Kisah Gadis keturunan Minang yang Takut masak Rendang

Terlahir dari keluarga minang hmmm…Mama yang lahir dari Pematang siantar sebenernya terlahir dari keluarga yang besar dikota batu sangkar dan bukit tinggi, masih tergolong anak kota dan modern saat itu. Dibandingkan Papa yang terlahir dari keluarga biasa dan dipelosok kampung.
Papa yang menghabiskan waktunya banyak di surau untuk mengaji dan membaca alquran memutuskan untuk merantau ke jakarta.
Sedangkan mama anak perempuan pertama dari 7 adik-adiknya dan 2 kakak laki2, lebih sering disuruh memasak dan jaga adik-adik.

Papa dan Mama menikah adalah kombinasi yang sangat baik. Papa yang sangat lembut tutur katanya dan halus tata kramanya. Mama yang penuh pengabdian mengurus Papa dan keluarga dengan ketegasan dan ketegarannya. Yang pasti didapat dari didikan orang tua dan pengalaman mengurus adik-adik.

Hehehhee singkat cerita lahirlah saya setelah 3 kakak-kakak saya jauuuhh diatas sama.
Otomatis hampir setiap hari yang kita liat di bawah tudung saji adalaahhhhh makanan2 bersantan dan balado. Mulai dari balado telur, ayam, daging sampe tahu tempe 😅.
Well, sejak aku kecil mama ngga pernah masak cuma satu lauk. Yaaa mirip mirip lah sama sajian restaurant padang, kalo dihidangkan bisa berpiring2-piring ahahahhaah.
Ngga gitu gitu amat sih. 😁

Tapi serius, dari situ aku terbiasa dan mempelajari semua hal tentang tata krama dari Papa. Dari mulai berbicara dengan orang yang lebih tua, sampai masalah makan ga boleh sama sekali bunyi sendoknya. Papa juga ngajarin satu kalimat yang sangat ditekankan yaitu “Dimana langit dijunjung, disitu bumi Dipijak”.
Kemana aja kita pergi dan sama siapa kita bergaul, kita harus bisa menempatkan diri. MasyaAllah ngga sadar itu tertanam dalam diri.

Beralih ke mama, yang pengabdiannya sama keluarga parah deh…bisa bangun jam 3-4 pagi udah masak lengkap semua lauk. Subuh meja makan kita udah tersaji sarapan. Karena setelah subuh kita harus berangkat sekolah supaya ngga telat. Dan sore setelah mama pulang kerja, beliau udah masak lagi dan beresin semua keperluan kita.
Begitu terus bertahun- tahun sampai detik ini.
Qodarullah Papa dipanggil Allah duluan beserta kakak tertua. Semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi Pa di surganya Allah. Aamiin

Tapi jangan salah, Papa meninggalkan banyak sekali warisan…, bukan…bukan warisan harta. Sampai akhir hayatnya Papa bukan ditakdirkan untuk kaya harta. Tapi lebih mahal dari itu.
Papa Kaya akan anak-anak yang selalu dibanggakannya kemana aja beliau pergi pasti diceritain kehebatan anaknya satu-satu. Papa kaya atas sikap dan akhlak yang ditanamkan ke anaknya dan terus menurut hingga cucuknya sekarang. Papa kaya akan ilmu yang bukan karena sekolah tinggi tapi karena kegemarannya menghabiskan membaca koran setiap hari dan tidak pernah tinggal baca Al quran.

Banyak warisan yang Papa tinggalkan untuk Mama dan anak-anak.
Termasuk gimana caranya bikin Lamang Tapai parah enak buanget dan Rendang legendaris yang rasanya jauh beda dan super enak beda juga ama restaurant padang paling gede sekalipun. Ahahahah ngga kok ngga lebai, serius.

Warisan itu justru diajarkan ke Mama yang dari kecil udah hobby masak. Mama mengaplikasikannya dengan sangat baik sehingga kami sebagai anak-anak dan cucunya bahagiaaaa selalu duduk di meja makan mama hehehehe.

Nah ini part yang intinya ahahahahah
Dari sekian banyak masakan, banyak yang aku belajar dari Mama. Termasuk masakan dan makanan favorite aku adalah dendeng balado mmmhhh….
Perpaduan makan sambalado dan daging sapi itu the best experience ever deh. Bukan cuma makannya aja tapi juga masaknya jadi favorite aku, karena apa? Karena gampang bikinnya ahahaha.

Well ada satu masakan padang yang semua orang tau dan jadi ciri khasnya yaitu RENDANG.
Semua orang tau rendang. Dan bahkan dinobatkan menjadi World best food atau makanan terbaik/ terenak didunia.

Inilah makanan/ masakan yang sejak kecil jadi momok. Terlalu parah enaknya rendang yang setiap kali kita makan, bikin aku terbayang gimana cara buatnya. Dan semua orang selalu membahasakan bahwa bikin rendang itu susah. Sehingga, rendang bukan opsi aku untuk dimasak sendiri dan disajikan untuk keluarga. Ngga beraniiii ahahahha, takut salah dan takut ngga enak. Semua rasa takut dan perasaan dari kecil sampe dewasa atas memasak rendang.

Tiba saat WFH dan selalu ada hikmah dibalik bencana atau ujian hidup. Stay dirumah kelamaan bikin kita “dipaksa” untuk jadi diri kita dan bisa melakukan apa aja dan aktifitas yang menyenangkan. Salah satunya adalah memasak.

Rasa penasaran atas memasak rendang akhirnya terpecahkan karena mau ngga mau jadi punya waktu banyak. Jadi punya waktu untuk mikirin inovasi-inovasi dan memikirkan detailnya. Mulai dari baca resep, ke pasar beli bumbu-bumbu, milih kelapa yang bagus supaya rendang jadi banyak ngeluarin minyak, dan beli daging atau ayam atau jengkol ahahahaha.

Menggali lagi ilmu-ilmu masak mama yang authentic. Baik yang mama pelajari dari keluarga besar maupun yang diturunkan Papa ke Mama.
Menariknya masing-masing daerah ditanah minang juga punya ciri khas rasa dan bentuk rendangnya. Dan sampai pelajarin hal-hal kecil.

JengJeenggg…akhirnya aku memutuskan untuk memberanikan diri belanja dan masak si rendang ini. Degdegan…paraahh, ini tuh serius momok banget untuk si gadis kecil yang tumbuh jadi anak dan dewasa ahahahha. Rendang adalah makanan enak dan sulit untuk dimasak. Itulah stigma yang melekat dan pada akhirnya bisa ditaklukan yeaayyyyyy

Semoga enjoy dengan sharing cerita kecil saya dan pelajaran-pelajaran dibaliknya.

Jangan pernah takut untuk bahkan memikirkannya dan Mulailah dulu meski ada resiko gagal yang harus dihadapi. Dan ambil keuntungan sebanyak2-banyaknya dari ilmu dan kepintaran orangtua kita, meski kadang tidak fit in sama zaman kita. Apa yang kita liat sulit dan menakutkan hanya butuh “Mau” dan “Niat” yang baik dalam mulai sesuatu. Sisipkan niat untuk bisa membahagiakan orangtua kita dan juga kerabat dekat kita.

Sekian sharing cerita kisah anak perempuan kecil yang takut masak rendang.
“Sesuatu yang terlihat susah itu kini jadi menyenangkan dan mendatangkan banyak manfaat”



Leave a Comment